Senin, 21 Januari 2013
aspek sinyal suara dalam komunikasi nonverbal
Aspek sinyal suara
Perspektival aspek
Pidato sinyal yang tiba di telinga pendengar memiliki sifat akustik yang memungkinkan pendengar untuk melokalisasi speaker (jarak, arah). Suara fungsi lokalisasi dengan cara yang sama juga untuk non-speech suara. Aspek perspektival membaca bibir yang lebih jelas dan memiliki efek yang lebih drastis ketika balik kepala yang terlibat.
Organik aspek
Organ pidato dari pembicara yang berbeda berbeda dalam ukuran. Sebagai anak-anak tumbuh dewasa, organ mereka berbicara menjadi lebih besar dan ada perbedaan antara laki-laki dewasa dan perempuan. Perbedaan memenuhi bukan hanya ukuran, tetapi juga proporsi. Mereka mempengaruhi nada suara dan sebagian besar juga frekuensi forman, yang mencirikan suara pidato yang berbeda. Kualitas organik pidato memiliki fungsi komunikatif dalam arti terbatas, karena hanya informatif tentang pembicara. Ini akan dinyatakan secara independen dari niat pembicara.
Ekspresif aspek
Isyarat paralinguistik seperti kenyaringan, tingkat, pitch, kontur lapangan, dan untuk beberapa frekuensi forman tingkat ucapan, berkontribusi terhadap kualitas emotif atau sikap dari ucapan. Biasanya, sikap yang diekspresikan dengan sengaja dan emosi tanpa niat [rujukan?], Namun upaya untuk palsu atau untuk menyembunyikan emosi yang tidak biasa [rujukan?].
Akibatnya, isyarat paralinguistik yang berkaitan dengan ekspresi memiliki efek moderat tanda semantik. Artinya, pesan dapat dibuat lebih atau kurang koheren dengan menyesuaikan presentasi ekspresif nya. Misalnya, setelah mendengar suatu ucapan seperti "Saya minum segelas anggur setiap malam sebelum pergi tidur" adalah koheren ketika dibuat oleh seorang pembicara yang diidentifikasi sebagai orang dewasa, tapi register anomali semantik kecil ketika dibuat oleh seorang pembicara yang diidentifikasi sebagai anak [1]. anomali ini cukup signifikan untuk diukur melalui electroencephalography, sebagai suatu N400. Individu dengan gangguan di sepanjang spektrum autisme memiliki sensitivitas berkurang efek ini dan yang sejenis
Nada emosional suara, informasi itu sendiri paralinguistik, telah ditunjukkan untuk mempengaruhi resolusi ambiguitas leksikal. Beberapa kata memiliki mitra homofon, beberapa homofon tampaknya memiliki kualitas emotif implisit, misalnya "mati" sedih kontras dengan "dye" netral, mengucapkan suara / dai / dengan nada sedih suara dapat mengakibatkan pendengar menulis kata yang secara signifikan lebih sering daripada jika kata tersebut diucapkan dengan nada netral. [3]
Linguistik Aspek
Transkripsi fonetik Biasa ujaran hanya mencerminkan kualitas linguistik informatif. Masalah bagaimana pendengar faktor luar kualitas linguistik informatif dari sinyal suara adalah topik penelitian saat ini.
Beberapa fitur linguistik pidato, khususnya prosodi nya, yang paralinguistik atau pra-linguistik berasal. Sebuah fenomena yang paling mendasar dan luas semacam ini digambarkan oleh John Ohala sebagai "kode frekuensi" [4] Kode ini bekerja bahkan dalam komunikasi di seluruh spesies.. Ini berawal pada fakta bahwa frekuensi akustik dalam suara vocalizers kecil tinggi sementara mereka rendah suara vocalizers besar. Hal ini menimbulkan makna sekunder seperti 'berbahaya', 'tunduk', 'tidak tegas', yang secara alami terkait dengan kecilnya, sementara makna seperti 'berbahaya', 'dominan', dan 'tegas' berkaitan dengan ukuran besar. Dalam kebanyakan bahasa, kode frekuensi juga melayani tujuan pertanyaan membedakan dari laporan. Hal ini tercermin dalam variasi universal ekspresif, dan itu masuk akal untuk mengasumsikan bahwa ia telah filogenetis melahirkan dimorfisme seksual yang ada di balik perbedaan besar dalam lapangan antara orang dewasa perempuan dan laki-laki rata-rata.
Dalam teks-satunya komunikasi seperti email, pesan instan dan chatroom, unsur paralinguistik dapat ditampilkan dengan pilihan emoticon, font dan warna, kapitalisasi dan penggunaan karakter non-abjad atau abstrak. Meskipun demikian, paralanguage dalam komunikasi tertulis terbatas dibandingkan dengan tatap muka percakapan, kadang-kadang menyebabkan kesalahpahaman.
Minggu, 06 Januari 2013
PERISTIWA
CUMBOK
Tulisan
Ini Awalnya Dari Kutipan Yang Di Dapatkan Oleh Penulis, Yaitu:
“suara
itu bergetar, “saya tidak maw membicarakannya,” kata profesor teuku Ibrahim
alfian, ahli sejarah dari universitas gadjah mada, yogykarta. Ayah dan ibu
Ibrahim memeng selamat dari perang combuk yang meletus di aceh tahun 1946. Tapi
nenek, kakek, paman, juga banyak sepupunya jadi korban massa yang marah pada
keluarga uleebalang atau bangsawan. “saya tidak tahu di mana kubur mereka
sampai kini,” kata Ibrahim. Dan bukan haanya Ibrahim alfian yang berduka. “kita
semua menangis mengenang kejadian berdarah itu.” Kata farhan hamid, anggota DPR
dari fraksi reformasi. Farhan adalah anak ke tiga dari teungku abdul
hamid-akrab di panggil ayah hamid-ulama, juga sahabat teungku d beureueh.
Seperti di sebut james T. siegel, antropolog dari university of California,
dalam bukunya the rope god (1962), perang cumbok tidak pernah lepas dari
konteks tatanan social pada saat itu. Tatanan yang sengaja di bangun demi kepentingan
belanda, namun yang sangat di sayangkan masyarakat aceh, baik uleebalang dan
ulama tidak menyadri akan kepentingan belanda tersebut. (majalah tempo “cumbok
sepotong sejarah gelap)
Peristiwa
cumbok terjadi pada tahun 1946, berpusat di pidie. Pertikaian ini memuncak
karna adanya kesaahan peran dan tafsir dari kaum ulama dan uleebalang atau
bangsawan terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 agustus 1945.
Pertikaian terjadi antara dua kubu yang berbeda yaitu kubu uleebalang dan
ulama, masing-masing kubu memiliki pemimpin dan panglima. Dari kubu uleebalang
di pimpin oleh teuku keumangan dengan panglimanya teuku daud cumbok (uleebalng
ke negerian cumbok) dan kubu ulama di pimpin oleh daud beureueh dengan
panglimanya husin al-mujahid. Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa
bersejarah bagi masyarakat aceh. Hingga sekarang, peristiwa cumbok tetap di
kenang dan menjadi catatan sejarah hitam dalam perkembangan perjuangan dan
refolusi social di aceh.
Apa
itu cumbok?
Cumbok
adalah nama sebuah landskap ( kenegerian yang kemudian menjadi kecamatan)
termasuk dalam kewedanan atau onderafdeeling lam meulo yng tergabung dalam
kabupaten atau afdeeling pidie (sebelum masuk afdeeling moord kust van atjeh
atau aceh utara ). Kecamatan cumbok pada zaman hindia belanda di namakan
landschap van cumbok. Sedang kepala daerahnya di sebut zelbestuurder van
cumbok. Dalam bahasa daerah di sebut uleebalang cumbok. Ia memakai gelar teuku
seri muda pahlawan bintara cumbok. Sebelum proklamasi kemerdekaan uleebalang
cumbok adalah teuku Muhammad daud terkenal dengan teungku cumbok. Sedangkan
controleur lam meulo pada waktu itu adalah scholten. Sebelum zaman kemerdekaan
, pemerintah aceh pidie meliputi tiga kewedanan yaitu kewedanan sigli, lam
meulo, meureudu, bireun lhokseumawe, lhoksukon dan tkengon.
Tercetusnya
peristiwa cumbok
Pada
waktu dahulu, di wilayah aceh kecuali daerah aceh besar terdapat 102 daerah keuleebalang yang merupakan raja-raja
kecil yang absolut. Uleebalang memegang kekuasaan secara turun temurun atas nama
sultan akan tetapi lambat laun ikatan antara uleebalang dan sultan semakin
lema. Hingga akhirnya mereka memisahkan diri dari sultan dan menjadi merdeka.
Merek di nobatkan sebagai raja kecil di daerahnya dengan demikian mereka
memihak kepada belanda dan mengadakan perjanjian setia secara sendiri-sendiri.
Peristiwa tersebut di namakan korte veerklaring atau perjanjian singkat.
Dari
keterangan tersebut uleebalang dianggap melakukan kecurangan karena sebelumnya
mereka bahu membahu dengan ulama melawan belanda, uleebalang terutama di daerah
pidie sudah berubah dan mereka berpihak serta setia kepada belanda, sedangkn
ulama tidak pernah menerima kekuasaan belanda. Sebelum jepang mendarat ke aceh
pada bulan maret 1942 pemberontakan pada belanda pada umumnya, di pimpin oleh
para ulama yang tergabung dalam PUSA (persatuan ulama seluruh aceh). Faktor
inilah yang terus memperuncing hubungan antara uleebalang dan ulama sehingga
mereka mengambil keputusan untuk menghancurka uleebalang dan menghapuskan
system pemerintahan feudal serta kekuasaan belanda di aceh.
Pada
bulan September berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17
agustus 1945 telah sampai ke aceh melalui perantaraan kawat yang di kirim oleh
A.K. Gani, komisaris pemerintaha pusat untuk sementara di Palembang. Pada saat
itu, seluruh rakyat terutama pemuda menyambutnya dengan kegembiraan yang
meluap-luap. Namun ketika itu di gambarkan ada sebagian dari kelompok
uleebalang masih ragu-ragu dan mencemoohkan proklamasi kemerdekaan Indonesia
serta mereka melakukan tindakan-tindakan yang menghambat usaha-usaha menegakkan
kemerdekaan. Keragu-raguan, cemoohan serta tindakan uleebalang tersebut
menambah keyakinan pihak ulama bahwa kaum uleebalang itu benar-benar bermaksud
hendak mengembalikan kekuasaan belanda ke aceh. Atas praduga tersebut maka kaum
ulama tidak ragu-ragu lagi untuk menghancurkan mereka.
Pada
oertengahan bulan November 1945 persiapan kedua belah pihak sudah rampung,
hanya menunggu waktu yang baik untuk bertindak. Saat yang mereka nantinya tiba
dengan timbulnya suatu peristiwa di kota sigli yaitu penyerahan senjata oleh
tentara jepang. Peristiwa tersebut menyebabkan terjadinya pertumpahan darah
antara pihak ulama dan uleebalang pada tanggal 4 desember 1945. Namun akhirnya
pertempuran ini dapat di damaikan oleh pemerintahan daerah aceh pada tanggal 6
desember 1945. Walaupun demikian pertempuran tidak dapat di hindari, sehingga
peristiwa ini di kenal dengan peristiwa cumbok. Para uleebalang maupun pihak
ulama menganggap peristiwa ini sebagai peristiwa penting yaitu hidup atau mati.
Insider
dalam bukunya aceh sepintas lalu menggambarkan bagaimana kekuatan dari kedua
kelompokyang sedang bertikai yaitu uleebalang terdiri dari raja-raja serta
familinya, di samping itu juga terdapat sebahagian besar orang-orang yang telah
lanjut usia, mereka adalah abdi setia kepada rajanya secara turun-temurun.
Pihak kedua yaitu pihak ulama yang terdiri dari alim ulama, pemuda dan mereka
tidak puas dengan raja-rajanya. Rasa tidak puas tersebut di picu oleh
pendirian yang principieel di samping
mereka bercita-cita hendak menhapuskan zelfbestuurder di aceh. Namun pihak
kedua ini memiliki pengikut yang lebih banyak dari pihak yang pertama.
Pertikaian
antara dua kubu tersebut terjadi lagi, pada tanggal 12 januari 1946, di lakukan
serangan umum terhadap kota lam meulo yang merupakan benteng pertahanan cumbok
terkuat . dari barat yaitu dari jurusan glee gapui, serangan yang di gencarkan
oleh barisan rakyat dari garot dan seulimeum di bawah pimpinan hasan ali di
bantu juga oleh hasan saleh, hasbullah daud dan T ubit. Inti kekuatan oleh
barisan rakyat ini adalah sebuah meriam
howitzer yang di datangkan dari kuta raja. Dari selatan yaitu dari titeu
serangan di lakukan oleh barisan rakyat dari tangse dan padang tiji di bawah
pimpinan ayah daud tangse dan muhd. Juned affandi. Sementarab dari timur yaitu
jurusan pulo drien bireuen di bawah pimpinan nyak hasan bersama dengan T.H
zainul abidin, H. tahir, Muhd tahir geurugo’, said umar dan tengku hasan matang
geulumpang dua. Dari utara yaitu dari jurusan mali, menyusur jalan kereta api
yaitu jalan raya beureunun lam meulo.
Pada
tanggal 12 januari 1946 meletuslah perang secara besar-besaran antara kedua
belah pihak. Perang tersebut menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang tidak
terhingga. Akibat dari pertempuran tersebut rumah teungku daud cumbok yang
menjadi markas uleebalang dan benteng pertahanan penuh dengan lobang-lobang
bekas hantaman peluru meriam. Setelah barisan rakyat menduduki lam meulo yang mereka
cari adalah panglima cumbok yaitu teuku daut cumbok ternyata panglima sudah
tidak ada lagi di tempat. Ia dan stafnya sudah melarikan diri. Segera di
perintahkan kepada pasukan untuk memburunya. Pada tanggal 16 januari 1946 teuku daud cumbok dengan stafnya di tangkap
di kaki gunung seulawah oleh barisan rakyat dari silimeum yang di pimpin oleh
tgk. Ahmad Abdullah. Pembunuhan dan penangkapan terhadap para uleebalang tidak
mengakhiri pertikaian tersebut. Dalam buku riwayat hidupnya, syamaun gaharu
yang juga tokoh API (angkatan pemuda Indonesia) dan mantan panglima kodam 1
aceh, menyebutkan, tindakan rakyat aceh memburu kaum uleebalang sangat kejam.
Banyak warga mati tanpa kubur, tiada di mandikan, tiada di slatkan. Sayangnya,
tidak ada data pasti jumlah korban dalam revolusi social tersebut. Ada yang
memperkirakan mencapai tiga ribu orang. Sejak itu citra ulama melambung, daud
beureueh kian popular sebagai pemimpin revolusi.
Rabu, 19 Desember 2012
pengertian kebudayaan
Pengertian kebudayaan
Kebudayaan
sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw
Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat
ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah
untuk pendapat itu adalah Cultura l-Determinism.
Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut
Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma
sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius,
dan lain-lain, tamba han lagi
segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut
Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota
masyarakat.
Menurut
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan
adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem
ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Unsur-Unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang
mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai
berikut:
- Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
- alat-alat teknologi
- sistem ekonomi
- keluarga
- kekuasaan politik
- Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
- sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
- organisasi ekonomi
- alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
- organisasi kekuatan (politik)
"PENDIDIKAN
YANG BAIK DAN BENAR"
A. Latar Belakang Masalah :
Dewasa ini banyak
lontaran kritik terhadap sistem pendidikan yang pada dasarnya mengatakan bahwa
perluasan kesempatan belajar cenderung telah menyebabkan bertambahnya
pengangguran tenaga terdidik dari pada bertambahnya tenaga produktif yang
sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Kritik ini tentu saja beralasan karena
data sensus penduduk memperhatikan kecenderungan yang menarik bahwa proporsi
jumlah tenaga penganggur lulusan pendidikan yang lebih tinggi ternyata lebih
besar dibandingkan dengan proporsi penganggur dari lulusan yang lebih rendah
(Ace Suryadi, 1993: 134). Dengan kata lain persentase jumlah penganggur tenaga
sarjana lebih besar dibandingkan dengan persentase jumlah pengganggur lulusan
SMA atau jenjang pendidikan yang lebih rendah.
Namun, kritik tersebut
juga belum benar seluruhnya karena cara berfikir yang digunakan dalam
memberikan tafsiran terhadap data empiris tersebut cenderung menyesatkan. Cara
berfikir yang sekarang berlaku seolah-olah hanya memperhatikan pendidikan
sebagai satu-satunya variabel yang menjelaskan masalah pengangguran. Cara
berfikir seperti cukup berbahaya, bukan hanya berakibat pada penyudutan sistem
pendidikan, tetapi juga cenderung menjadikan pengangguran sebagai masalah yang
selamanya tidak dapat terpecahkan.
Berdasarkan keadaan
tersebut, penjelasan secara konseptual terhadap masalah-masalah pengangguran
tenaga terdidik yang dewasa ini banyak disoroti oleh masyarakat, sangat
diperlukan. Penjelasan yang bersifat konseptual diharapkan mampu mendudukkan
permasalahan pada proporsi yang sebenarnya, khususnya tentang fungsi dan
kedudukan sistem pendidikan dalam kaitannya dengan masalah
ketenagakerjaan.
Berangkat dari asumsi
bahwa bertambahnya tingkat pengangguran disebabkan karena kegagalan sistem
pendidikan, maka diperlukan adanya pendekatan-pendektan tertentu dalam
pendidikan dan konsep Link and Match perlu dihidupkan kembali dalam sistem
pendidikan.
Selasa, 18 Desember 2012
komunikasi diam (silent comunication)
Komunikasi diam
Diam dalam ilmu
komunikasi sesungguhnya orang tersebut juga berkomunikasi, sehingga dalam ilmu
komunikasi disebutkan bahwa manusia itu tidak bisa tidak berkomunikasi. Diam
saja pun juga berkomunikasi. Dalam proses komunikasi sehari-hari diam mempunyai
beberapa fungsi, yaitu:
1) memberi kesempatan berpikirSeringkali diam berfungsi untuk memberikan waktu berpikir bagi seorang pembicara. Pembicara diam sesaat untuk berpikir apa yang sebaiknya dibicarakan berikutnya. Dalam rapat misalnya, semua peserta rapat diam. Diam disini dapat berfungsi sebagai memberi kesempatan berpikir kepada peserta rapat. Demikian pula ketika seseorang bertanya kepada seseorang akan diam sesaat sambil menunggu apa jawaban dari orang itu. Tentu saja disini yang bertanya diam untuk memberi kesempatan berpikir.
2) Menyakiti
Diam juga bisa bertujuan untuk menyakiti seseorang. Banyak orang yang suka mendiamkan seseorang yang menjengkelkan. Misalnya dua orang yang bertengkar akan saling mendiamkan. Fungsi lain diam adalah menolak keberadaan dan peran seseorang di dalam suatu kelompok.
3) Mengisolasi diri
Kadangkala diam juga berfungsi sebagai tanggapan seseorang terhadap rasa takut, malu, atau cemas. Misalnya, seseorang merasa cemas dan malu di dalam suatu kelompok orang-orang.
4) Mencegah komunikasi
Dengan diam dapat dimaksudkan sebagai upaya untuk menolak membicarakan hal-hal tertentu. Contohnya, seseorang menolak membicarakan pribadi orang lain. Disamping itu diam juga berarti mencegah seseorang akan melakukan kesalahan atau berbicara salah.
5) Mengkomunikasikan perasaan
Diam juga dapat dimaksudkan memberikan tanggapan-tanggapan emosional. Misalnya seseorang diam untuk menolak dominasi satu terhadap yang lain di dalam hubungan antar pribadi.
6) Tidak menyampaikan ssesuatupun
Seringkali diam terjadi karena di sana tidak ada yang saling berbicara, atau seseorang memang sedang tidak ingin melakukan atau mengatakan apapun.
Kadang kala diam juga dimaksudkan untuk menjaga perasaan orang lain. Misalnya seseorang mengatakan sesuatu yang kurang tepat, orang yang mendengarkan diam saja. Orang lain diam karena segan menyanggahnya, karena dapat menyakiti orang tersebut, atau dapat membuat hubungan selanjutnya menjadi kaku. Diam kadang juga mengekspresikan tidak percaya kepada pernyataan seseorang. Diam dapat juga mengekspresikan rasa diri tinggi. Misalnya, ia tidak perlu menanggapi pernyataan seseorang karena dinilai seseorang itu adalah seorang yang lebih rendah derajatnya (dalam anggapannya tentu saja). Diam dapat juga berarti mengejek atau meremehkan.
Ya, ternyata diam itu banyak memberi informasi dalam komunikasi. Masalahnya, seringkali kita salah menginterpretasikan aksi diamnya seseorang. Dikira menerima, ternyata menolak. Dikira mengejek, nyatanya tidak mendengar.. ha…ha. Ayo, ada lagi nggak arti diam yang belum saya sebutkan. Ayo…, saya tunggu tambahannya.
Langganan:
Postingan (Atom)


